Aki truk menjadi komponen yang sangat penting dalam kelistrikan. Aki untuk kendaraan besar ini dirancang berbeda dengan mobil biasa, karena memiliki kebutuhan daya listrik yang lebih besar. Ampere-hour (Ah) pada aki menunjukkan besarnya kapasitas aki dalam menyuplai arus listrik selama satu jam pada arus tertentu.
Pada truk, ampere sangat penting karena truk sering menyalakan mesin besar dan starter yang berat. Tak hanya itu, truk juga menggunakan perangkat tambahan seperti lampu kerja, pendingin, kompresor, atau winch. Aki dengan ampere yang kecil akan menjadikan truk sulit untuk starter atau cepat habis daya saat beban berat.
Sebagaimana unggahan video @dokterotomotifofficial di TikTok, aki memiliki peran yang sangat penting dalam kinerja mesin. Aki yang tidak terawat dapat menyebabkan kendaraan mogok dan tidak bisa dinyalakan. Masalah pada aki dapat ditunjukkan oleh indikator pada speedometer, baik terkait pengisian kurang baik ataupun kualitas aki yang telah menurun.

Spesifikasi Ideal Aki Truk
Aki truk disesuaikan berdasarkan jenis truk, karena berkaitan dengan besarnya truk dan beban kerja truk. Truk ringan dengan beban yang ringan membutuhkan aki berkapasitas sekitar 60 – 80 Ah. Sementara itu truk sedang seperti truk box dengan beban sedang serta menggunakan winch membutuhkan aki berkapasitas 80 – 100 Ah.
Adapun truk berat dengan banyak peralatan tambahan dan operasional yang cukup berat, membutuhkan aki dengan kapasitas lebih dari 100 Ah. Di samping kapasitas Ah, aki kendaraan truk umumnya juga dirancang dengan Cold Cranking Amps (CCA) yang lebih tinggi dibanding aki mobil, sehingga mampu menggerakkan mesin besar dengan mudah dan aman.
Jenis Aki untuk Kendaraan Truck
Sebagaimana aki pada umumnya, aki yang digunakan untuk untuk truck terdapat dua jenis, yaitu aki basah dan aki kering. Aki basah menggunakan cairan elektrolit, yang lebih ekonomis namun membutuhkan perawatan rutin seperti cek air aki dan isi ulang jika perlu.
Adapun aki kering tidak menggunakan cairan elektrolit, sehingga lebih tahan getaran dan minim perawatan. Aki kering cocok untuk truk dengan medan berat dan kondisi ekstrem.
Cara Merawat Aki Kendaraan Truk Agar Awet dan Stabil
Perawatan aki pada umumnya dilakukan dengan melakukan pengecekan secara rutin terhadap jumlah elektrolit yang dapat berkurang karena penguapan dan getaran. Selain itu, terminal dan sambungan aki sangat mudah terpapar kotoran, kerak, dan karat. Oleh karena itu, area terminal dan sambungan juga perlu dibersihkan secara berkala.
Sistem pengisian aki otomatis juga harus dipastikan berfungsi dengan baik, sebab truck memiliki beban yang berat sehingga aki harus dipastikan terisi penuh. Pada saat aki telah terisi, sebaiknya juga dihindari penggunaan perangkat tambahan tanpa menghidupkan mesin, karena dapat mengurangi bahkan mengosongkan daya aki.
Perbandingan Aki Truk vs Aki Mobil
Perbedaan antara aki untuk truck dan aki mobil cukup signifikan, baik dari sisi konstruksi, kapasitas, maupun fungsi. Aki yang digunakan truk lebih besar, baik dari ukuran, kapasitas Ah serta CCA, untuk menangani beban listrik dan mesin yang besar.
Aki untuk truck juga dirancang dengan pelat lebih tebal, struktur kisi lebih kuat, serta casing yang diperkuat agar tahan untuk medan berat dan kondisi ekstrem. Di samping itu, truk juga memiliki peralatan tambahan yang membutuhkan kelistrikan lebih besar dibanding mobil. Dengan demikian, aki pada truk juga harus memiliki kapasitas lebih besar.
Dengan pemilihan dan perawatan aki truk yang benar, maka kondisi aki dapat terjaga dengan baik. Apabila kondisi aki terjaga, maka kebutuhan kelistrikan truk yang begitu besar dapat tercukupi, sehingga risiko mogok dapat diminimalisir./armf


